Spring Bed Anak Bigland-Tempat Tidur Mobil Lucu dan Unik

Spring Bed Anak Bigland

Koleksi Spring Bed Anak 2 in 1 dan Bed Car (Tempat Tidur Bentuk Mobil) dari BIGLAND

” Lucu, Unik, Menarik dan Pasti Disukai Oleh Putra/Putri Anda Tercinta ”

———- Diskon Mulai Dari 40% ———- 

(Klik Disini Untuk Melihat Daftar Harga dan Katalog Spring Bed Anak Bigland)

*) Atau segera HUBUNGI KAMI untuk PROMO TERKINI, HARGA NETT, atau informasi lainnya. Dengan senang hati kami seluruh Customer Relationship Officer kami akan melayani Anda.

Lihat Juga PROMO Menarik Kami Lainnya :

Toko Mebel bandung - Harga Murah

RESTA : Produk Tempat Tidur Dengan HARGA TERJANGKAU yang diproduksi oleh Airland

Kasur Murah-Bagus Resta

AIRLAND : Merek Internasional yang selama puluhan tahun membuktikan diri sebagai AHLINYA membuat tempat tidur yang baik untuk tulang belakang.

kasur kesehatan tulang belakang Airland

Artikel Menarik :

Waspadai ! Gangguan Pada Pola Tidur Anak Dapat Berakibat Pada Menurunnya Prestasi Di Sekolah

Tidur mempengaruhi kemampuan berpikir anak Anda yang pada akhirnya mempengaruhi juga nilai akademik mereka. Semakin banyak studi yang membuktikan adanya kaitan antara rasa mengantuk di siang hari ( yang diakibatkan kurangnya tidur dan kualitas tidur yang buruk)  dengan performa anak di sekolah, tingkah laku, konsentrasi, dan mood. Sebuah penelitian menunjukan bahwa murid-murid yang memiliki nilai-nilai terendah secara rata-rata tidur 25 menit lebih sedikit dan pergi tidur 40 menit lebih larut dibandingkan dengan murid-murid yang memiliki prestasi yang lebih baik.  Lebih lanjut, beberapa kesimpulan yang didapat dari riset-riset ini adalah :

  • Anak-anak yang kurang tidur dillaporkan secara signifikan merasa lebih tertekan, kurang berenergi, letih, tegang, mood yang buruk, stress, dan memiliki daya tanggap yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang tidur dengan waktu yang lebih lama (ideal).  Hal penting yang perlu diperhatikan juga adalah bahwa mereka yang tidur lebih sedikit cenderung untuk memiliki citra diri yang negatif.
  • Kurang tidur dapat diasosiasikan dengan kelelahan di siang hari, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi di sekolah, mengantuk atau tertidur di kelas, masalah dalam tingkah laku, dan tingkat kemampuan bersosialisasi yang lebih rendah. Sebuah riset membuktikan bahwa para guru percaya bahwa murid-murid yang kurang tidur cenderung untuk hiperaktif dan sulit untuk diajak bekerja sama.
  • Gangguan dalam tidur yang tidak segera diatas memiliki dampak buruk pada prestasi anak di sekolah sepanjang tahun.
  • Masalah insomnia pada remaja memiliki kaitan yang erat dengan rasa marah pada diri remaja, depresi, kesulitan untuk menyesuaikan diri di sekolah dan stress. Studi juga menyebutkan bahwa insomnia dapat terjadi di usia dini dan berkepanjangan sampai dengan usia dewasa.
  • Anak-anak usia Sekolah Dasar yang juga memiliki gangguan dalam tidur cenderung memiliki masalah perilaku baik di sekolah maupun di rumah.
  • Beberapa studi menunjukan bahwa total jumlah waktu tidur memiliki kontribusi dalam peningkatan nilai anak di sekolah.
  • Mereka yang memiliki nilai lebih rendah di sekolah secara umum memiliki jumlah waktu tidur yang lebih sedikit , tidur lebih larut, dan memiliki siklus tidur yang kurang teratur.

Dari Sekolah Dasar Sampai Ke SMU, Gangguan Tidur Pada Anak dan Remaja Merupakan Masalah Yang Semakin Meluas

Anda mungkin terkejut untuk mengetahui bahwa gangguan dalam tidur saat ini telah menjadi masalah yang semakin meluas, dan bukan terjadi hanya pada usia dewasa. Sebuah studi di Amerika Serikat menunjukan bahwa sebanyak 40% dari anak-anak usia sekolah dasar disana memiliki masalah dalam tidur, entah itu secara kualitas, kuantitas, atau bahkan keduanya. Dan sebanyak 10% selalu merasa mengantuk di siang hari.

Pada Remaja, Kurangnya Tidur Dapat Berdampak Pada Kesehatan Pribadi dan Keselamatan Publik

Saat ini dengan semakin sibuknya orang tua dalam mencari nafkah, kurangnya perhatian dari orang tua, meningkatnya aktivitas sosial, tantangan akademik membuat tidur bukanlah menjadi prioritas bagi kebanyakan remaja.  Di Amerika Serikat, rata-rata tidur remaja kurang dari 7,5 jam sehari, dan hanya 15 % yang tidur selama 8,5 jam per hari. Sebanyak 25% hanya tidur rata-rata selama 6.5 jam per hari. Pengaruhnya adalah resiko yang lebih tinggi untuk mengalami mood yang negatif, daya pikir dan konsentrasi yang menurun, kurangnya motivasi.

“Dalam kaitannya dengan keselamatan publik, remaja yang mengantuk, remaja yang memiliki mood yang negatif meningkatkan tingkat kecelakaan lalu lintas”

Mengapa Gangguan Tidur Pada Anak Sulit Untuk Dideteksi ?  

Mengingat begitu besar dampak negatif yang dapat diberikan oleh masalah pola tidur terhadap prestasi, tumbuh kembang, dan hal-hal lainnya pada anak, sebagai orang tua sudah sepantasnya kita memberikan perhatian kepada putra/putri kita apakah mereka memiliki masalah ini. Bagi beberapa orang tua, mungkin mudah untuk mengamati apakah putra/putri mereka memiliki gangguan dalam pola tidur. Tetapi bagi sebagian orang tua lain, hal ini membutuhkan edukasi, investigasi, dan pengamatan yang seksama. Gangguan dalam pola tidur terkadang sangat sulit untuk diamati dikarenakan adanya faktor-faktor, antara lain :

-. Anak-anak jarang untuk mengeluh mengenai masalah tidur mereka. Dalam sebuah studi yang dilakukan, pentingnya kualitas tidur yang baik masih dianggap sebelah mata, baik itu oleh anak-anak maupun orang dewasa.

-. Orang tua sering menganggap anak-anak sudah mendapat cukup tidur. Tetapi kenyataannya orang tua tidak selalu mengetahui apakah anak-anak benar-benar tertidur. Mungkin saja anak mengalami insomnia, sleep apnea, sering terbangun dalam tidur, gelisah dalam tidur, dll. Berbagai riset pun telah menunjukan beberapa keadaan medis tertentu yang berkontribusi terhadap gangguan tidur. Contohnya adalah asma, gastroesophageal reflux, alergi,dan lain-lain. Termasuk dalam hal ini adalah obat-obatan atau suplemen yang digunakan untuk mengatasi berbagai keadaan medis tersebut yang mungkin dapat menyebabkan masalah pola tidur.

-. Ciri-ciri yang diakibatkan dari kurangnya tidur bukan hanya rasa mengantuk pada siang hari. Bisa saja ciri-ciri tersebut bermanifestasi dalam bentuk-bentuk lain yang orang tua tidak menyadari bahwa hal-hal tersebut diakibatkan oleh pola tidur yang kurang sehat. Ciri-ciri tersebut antara lain adalah konsentrasi yang buruk, mood yang naik turun, masalah dalam perilaku, dan tentu saja buruknya performa akademis dan kemampuan sosial.

 Apa Yang Dapat Dilakukan Orang Tua ?

Dengan banyaknya “hidden faces” atau gejala tersembunyi yang diakibatkan oleh gangguan dalam pola tidur, sebagai orang tua kita harus lebih waspada, dan mulai untuk berpikir bahwa mungkin penyebabnya adalah kebutuhan fundamental anak yang belum terpenuhi secara ideal, yaitu tidur. Seperti yang kita ketahui, ada tiga pilar penyangga gaya hidup sehat, yaitu nutrisi, olah raga, dan istirahat yang baik. Apabila ingin ditambahkan tentu saja management pikiran yang baik. Oleh karena itu tidur harus dianggap sama penting sama halnya seperti pemberian nutrisi yang baik pada anak.

Senantiasa jalin komunikasi yang baik dengan anak, dan tanyakan kepada anak mengenai kebiasaan tidurnya pada malam hari, atau apakah mereka memiliki gangguan dalam tidur mereka. Sebagai informasi tambahan dapat juga dipertimbangkan untuk berbicara dengan guru di sekolah mengenai keadaan putra/putri kita yang sesungguhnya di sekolah. Apakah mereka menunjukan gejala tertentu yang membutuhkan perhatian khusus atau tidak.

Sumber : www.webmd.com

Selain itu perlu juga untuk sejak awal membentuk kebiasaan tidur yang baik pada anak :

(Klik Disini Untuk Melihat “9 Cara Untuk Membentuk Kebiasaan Tidur Yang Baik Bagi Anak Anda”)